spocjournal.com

Harga Sebuah Charger HP Lebih Mahal Dari Nilai Tidur

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Sekitar jam 01.09 ketika orang tua sedang nyenyak-nyenyaknya tidur ternyata ada ketukan pintu. Mimpi indah dalam tidur bisa berhenti dengan sekejap. Bahkan rasa terkejutpun bisa merubah segalanya. Malam sunyi yang sungguh memulaskan tidurku berubah menjadi malam penuh dengan kegelisahan. Apa yang terjadi pada malam itu? Hengky mencari charger HP di kamar dan sambil mengoceh menyalahkan adiknya yang meminjam. Hengky mengira bahwa charger tersebut dipakai adiknya di dalam kamar kami. Kontan saja rasa ngatukku sudah hilang sama sekali. Setelah tidur nyenyak yang begitu asyik akhirnya ku harus bangun dan sulit bagiku untuk bisa tidur kembali. Padahal esok hari ada seminar yang diadakan oleh Wahid Foundation.

Bagiku Hengky telah menukar nyenyaknya tidur dengan sebuah charger HP atau Hengky telah menghargai charger HP lebih tinggi dengan kenyenyakan tidur orang tuanya. Padahal charger HP akhirnya di temukan bukan dikamar kami melainkan di ruang belajar.

Kejadian semalam membuat ku sulit tidur kembali. Bagi kita seorang yang sudah punya umur sangat sulit sekali tidur kembali ketika malam hari terbangun hingga beberapa menit karena gangguan. Seharusnya kejadian malam itu tidak akan terjadi apabila Hengky memahami bahwa tidur orang tua lebih penting dari charger HP nya.

Lebih daripada itu bahwa menjaga agar orang tua tetap bisa tidur dan tidak mengganggu kenyenyakan tidur orang tua adalah bentuk dari berbakti. Apa yang tidak baik buat Anda jangan berikan kepada orang lain. Apabila dibangunkan dari tidur ketika kita tidur nyenyak merasa terganggu, maka jangan lakukan hal tersebut kepada orang lain. Ajaran Nabi Kongzi yang luar biasa itulah yang harus dijaga dalam hal ini.

Demikianlah yang dinamakan dengan Teposarira itu sebagai inti dari ajaran Khonghucu. Banyak hal sederhana dalam hidup ini yang kadang kita tidak paham akan konsep Golden Rule tersebut. Kejadian sangat sederhana diatas bisa dijadikan contoh nyata bagaimana ajaran agama Khonghucu memberikan pemahaman kepada kita agar bisa hidup secara benar tanpa mengganggu orang lain. Disisi lain bahwa akal dan pikiran kita harus kita gunakan sebagai bahan pertimbangan dibandingkan dengan sekedar emosi. Orang boleh saja emosi dengan mencari charger HP, namun apakah emosi semacam tersebut bisa mengalahkan akal sehat atau pertimbagan rasionya ? Inilah jaman globalisasi yang kadangkala kita tidak bisa hidup dalam semalam saja ketika HP sebagai alat komunikasi tidak berfungsi. Orang akan mengkorbankan segala cara supaya alat komunikasi bisa berfungsi meski harus juga membangunkan orang tuanya di malam hari. Dunia memang sudah berubah. Apakah anak-anak kita semua telah terbius oleh dunia komunikasi dan mensos yang begitu penting dari nilai kehidupan lainnya? Ketergantungan kita terhadap tekhnologi semacam inilah yang sebenarnya kita telah ter-opium begitu dalam sehingga nilai-nilai agama menjadi luntur. Tradisi bakti bisa dikalahkan oleh sekedar alat telekomunikasi. Jati diri kita menjadi kabur dan nilai hidup kita telah mengalami tranformasi yang sangat membahayakan. Pilar-pilar keluarga melalui Wulun (lima hubungan Khonghucu) telah mengalami ancaman yang sangat serius. Virus teknologi telah masuk dalam pilar-pilar penting dalam keluarga. Anak- anak kita tidak lagi menggunakan orang tua sebagai sumber petuah, melainkan mbah google menjadi sumber petuah yang kadang tidak memiliki hati. Pilar keluarga yang sangat penting dalam pembentukan jatidiri menjadi hancur. Jika pilar keluarga telah hancur maka mudah sekali paham-paham intoleransi dan radikalisme menyusup dalam dalam masyarakat kita. Sikap angkuh, jauh dari perasaan, serta egoisme menjadi gaya hidup saat semarang. Yang kedua adalah pilar lingkungan Sekolah. Pembentukan jati diri bangsa juga ditentukan oleh sekolah, lampus, sebagai tempat belajar sekaligus pembentukan jati diri anak didik. Namun pada saat sekarang banyak para pelajar yang sudah tidak lagi menggunakan guru sebagai teladan hidupnya. Guru yang memiliki istilah " digugu dan ditiru" ternyata telah bergeser perannya. Melalui teknologi informasi dengan medsosnya para pelajar bukan mencari tauladan yang benar melalui guru guru di sekolah dan dosen -dosen di kampus melainkan mbah google telah menjadi tempat belajarnya.

Pilar yang ketiga adalah tempat ibadah. Disaat sekarang ketika masyarakat kita sudah tidak belajar kepada para rohaniwannya, melainkan mbah google dijadikan teman spirit nya maka hal inilah yang menjadikan persoalan yang dangat mengkawatirkan. Oleh karena itulah ketiga pilar itu harus diperbaiki melalui media sosial pula. Tidak ada jalan lain kecuali kita semua harus perang melawan hoax dan memasukan ide-ide penting sebanyak mungkin melalui media sosial. Jadikan media sosial juga sebagai tempat untuk mendidik anak -anak kita dengan informasi benar. Peperangan melalui pemenangan informasi yang positif saat sekarang harus kita galakkan. Kejadian Hengky semalam menjadi contoh sederhana betapa pentingya penanaman kembali ketiga pilar tersebut.

Nilai-nilai etika moral dan agama harus terus dikumandangkan melalui media sosial disamping memperkuat kembali komunikasi untuk menguatkan ketiga pilar penting baik keluarga, sekolah maupun tempat ibadah.

Ada beberapa hal yang harus kita terapkan saat sekarang agar para generasi muda kita mampu memiliki jati diri yang tangguh dan tidak lagi terpengaruh oleh lingkungan yang bisa nerusak tatanan yang ada bahkan bisa menjerumus pada sikap mental intoleransi dan radikalisme diantaranya :

1. Safari Kebangsaan
Harus diadakan saling kunjungan diantara pemeluk agama satu sama lainnya yang didukung dan di suport dana dalam kegiatan ini. Kegiatan ini membahas berbagai isu misalnya kenakalan remaja, kebangsaan, toleransi dan berbagai hal yang bisa menumbuhkan pemuda untuk cinta tanah air dengan memiliki sikap bakti kepada orang tua serta mampu menghargai lingkungan hidupnya.

Program ini bisa dilakukan secara bergiliran di berbagai tempat ibadah (di aula) bukan tempat ibadah yang dianggap sakral secara bergiliran misalnya bisa di Lithang atau Kelenteng, atau Masjid atau Pura dan Gereja.

Jika hal ini bisa dilakukan secara nasional tentu akan mendorong generasi muda kita lebih memiliki tanggungjawab sosial disamping juga akan mengurangi sikap intoleransi dan radikalisme.

2. Tukar Menukar Orang Tua Asuh
Anak- anak Khonghucu bisa hidup selama satu bulan di lingkungan keluarga muslim tanpa ada perlakuan khusus. Sebaliknya anak- anak muslim bisa hidup selama sebulan di lingkungan keluarga Kristen. Model semacam itu akan bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan diantara para generasi muda kita. Meski program ini tidak mudah dilakukan, bila kita coba dengan serius maka akan menghasilkan rasa kekeluargaan yang sangat mendalam.

3. Tukar Menukar Pelajar
Tukar menukar pelajar diantara sekolah dan pondok pesantren. Sekolah sekolah yang berbasis agama bisa saling tukar pelajar dan mengadakan dialog kebangsaan sehingga tumbuh pemahaman akan hidup keberagaman. Yang berbeda jangan disama samakan, memang perbedaan adalah kodrat. Perbedaan adalah kenistayaan yang harus kita junjung tinggi sebagai bagian dari keberagaman yang sangat indah. Begitu pula sebaliknya yang sama jangan dibeda bedakan karena itu akan memecah belah.
Dengan pertukaran pelajar setidaknnya menjauhkan diri dari sikap eklusivisme. Tidak akan terjadi kotak kotak atau sekat sekat yang semakin ego terhadap kelompoknya.

4. Memperbanyak Sekolah Yang Berbasis Nasional
Saat sekarang perlu meninjau kembali sekolah yang berbasis nasional. Adanya sekolah yang didalamnya banyak murid- murid secara plural dari berbagai kalangan. Sekolah yang bersifat nasional perlu adanya pengawasan agar tetap menjadi sekolah yang nasional. Saat sekarang banyak sekolah negeri yang justru mengarah pada kelompok- kelompok keagamaan dan tidak memberi ruang luas kepada terciptanya kehidupan pluralis. Dulu ketika saya masih di SD dan SMP N Ploso Jombang kondisi kebersamaan tersebut masih ada. Meskipun saya beragama Khonghucu namun dalam acara Perayaan Natal maupun hari besar Agama Islam masih dilibatkan dalam kepanitiaan sehingga kami semua bisa saling rukun dan damai. Dalam acara peringatan Hari besar agama selama tidak mengyangkut ritual, menurut saya hal tersebut bisa dilakukan secara bersama sama. Contoh konkrit adanya desa Pancasila di daerah Lamongan bisa menjadi contoh nyata dalam menumbuhkan sikap kebinnekaan tersebut. Maka saatnya melalui pemerintah harus menciptakan situasi dan kondisi didalam lingkungan pendidikan yang lebih bersifat nasional.

5. Memperbanyak Media Promosi Jati Diri Bangsa Yakni Nilai Pancasila Melalui Medsos
Pancasila perlu dikemas ulang sebagai pemersatu bangsa sekaligus sebagai nilai nilai yang hidup dimasyarakat. Kegiatan yang mengarah pada terbentuknya jiwa jiwa Pancasila harus dikembangkan secara terus menerus.
Apabila kelima usulan diatas dijalankan secara benar benar, saya yakin akan mampu membendung intoleransi dan radikalisme di Indonesia.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:217 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:883 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:114 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:134 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:402 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:297 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:232 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:174 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:718 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 21 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com