spocjournal.com

Pernak-Pernik Tahun Baru Imlek, Antara Agama dan Budaya Tionghoa Perspektif Khonghucu

Oleh: Js. Liem Tiong Yang

Pernak pernik Tahun Baru Imlek.
Masyarakat Tionghoa adalah masyarakat simbolisme. Segala aspek kehidupan di aplikasikan melalui simbol-simbol. Baik itu simbol melalui budaya, agama, spritual, pakaian, makanan dll. Berkaitan dengan tahun baru Imlek banyak orang mengatakan adalah perayaan masyarakat Tionghoa. Pernyataan ini tidaklah sepenuhnya benar. Yang benar adalah Tahun baru Imlek adalah tahun baru agama Khonghucu yang telah membudaya di kalangan masyarakat Tionghoa. Di dalam perayaan tahun baru Imlek tidak bisa lepas dari peribadatan umat Khonghucu, dan simbol" agama dan spiritual, yang sarat dengan pesan moral berupa harapan dan doa yg di aplikasikan melalui simbol-simbol. Seperti sajian sembahyang, barongsay dan liong, lampion, angpao, pai cia dll.

Peribadatan yang menyertai tahun baru Imlek di muka sebelum tahun baru Imlek sampai  sembahyang yuan xiao atau cap go meh. Kesemuanya tidak lepas dari peribadatan kepada Tian, Bumi dan Leluhur termasuk peribadatan kepada Para Suci atau Shen Ming.

1. Peribadatan mengantar para suci naik atau sembahyang Ji Sie Sang An tgl 24 bulan ke 12 Imlek. (1 minggu sebelum tahun baru Imlek).
Juga di sebut sebagai Sembahyang hari persaudaraan sosial atau Hari Kenaikan Coo Kun (Malaikat Dapur).  Tgl 24 bulan ke 12 Imlek ialah hari yang melambangkan bahwa Tian Maha Melihat,  Tian Maha Mendengar, Tian Maha Menilai perbuatan insani akan kesatyaan di dalam kebajikan. Setelah tanggal itu barulah altar sembahyang bisa di bersihkan karena  di yakini para suci telah meninggalkan tempatnya untuk naik menghadap kepada Tian, yang nantinya akan datang kembali pada tgl 4 bulan ke 1 Imlek.

2. Sembahyang tutup tahun.
Yaitu sembahyang menjelang tahun baru Imlek.
Yang di selenggarakan tangal 29/30 bulan ke 12 Imlek. Sebagai ucapan puji syukur kepada Tian, Nabi, Para Suci dan leluhur. Pada pagi atau siang hari sampai sore umat Khonghucu sembahyang kepada leluhur di rumah masing". Baru malam harinya beribadah sembayang di kelenteng / Litang untuk  melaksanakan ibadah tutup tahun. Ada beberapa tradisi umat Khonghucu  mempunyai keyakinan pada hari itu bersembahyang ke tempat 7 Kelenteng dengan catatan tidak boleh melewati Keleteng yang sudah di kunjungi +  di usahakan melewati 7 jembatan sungai.

Pada malam menjelang tahun baru Imlek ada tradisi makan bersama keluarga besar. Sembahyang menyambut Para Suci Turun yaitu sembahyang tanggal 4 bulan ke 1 Imlek.

Sembahyang Besar kepada Tian yang di sebut sembahyang King Thi Kong yang di selenggarakan tanggal 8 menjelang tangal 9 bulan ke 1 Imlek pada jam : 23.00 - 01.00)
Sembayang Syukur saat Siang Gwan / Yuan Xiao / Cap Go Meh.

Sembayang ini sebagai akhir dari rangkaian upacara tahun baru Imlek yang di laksanakan pada waktu Cap Go Meh yaitu tanggal 15 bulan ke 1 ( Cia Gwee) pada jam : 15.00 - 01.00. Pelaksanaan sembahyang di lakukan di dalam keluarga atau di Bio / Kelenteng. Sembahyang ini di laksanakan karena hari Yuan Xiao atau Siang Gwan melambangkan saat mulai diturunkan berkah atas kehidupan dalam tahun yang bersangkutan, maka biasa di lakukan upacara sembahyang besar bagi Para Suci untuk keselamatan dan berkah masyarakat dan penghidupan. Sembahyang ini selain sembahyang kepada Tian juga sekaligus sembahyang kepada Malaikan Bumi atau Tho Thi Kong / Fu De Chen Zhen.

Makna sajian yang menyertai Tahun Baru Imlek.
Makna sajian dalam peribadahan umat Khonghucu  sarat dengan nilai kehidupan. Yaitu harapan dan doa yang di aplikasikan melalui simbol-simbol sajian berupa makanan maupun buah-buahan.

Simbol-simbol ini mulai luntur karena kurangnya pemahaman pengetahuan agama dan tradisi Tionghoa yangg sudah  di tinggalkan karena perpindahan agama. Sehingga nilai- luhur dari ajaran para leluhur mulai hilang dari masyarakat Tionghoa. Sungguh sangat di sayangkan, karena banyak pelajaran kehidupan yg berupa kearifan lokal yang perlu di lestarikan oleh masyarakat Tionghoa sendiri.

1. Kue Keranjang.
Bentuknya bulat lengket dan manis. Bisa di sajikan dengan di kukus dan di taburi parutan kelapa atau di goreng dengan telur. Arti simboliknya : Kehidupan ini di harapkan manis dan melekat pada setiap umatnya yang rajin beribadah kepada Tian/ Tuhan YME. Berkahnya akan bulat utuh sepanjang kehidupan.

2. Ronde / Onde.
Terbuat dari ketan dan bentuknya bulat di dalamnya di isi kacang. Artinya dalam kehidupan ini di harapkan dapat terus menumbuhkan benih" yang telah Tian berikan dalam  hati sanubari masing" umatnya. Benih-benih itu berupa 4 kebajikan yang di berikan Tian kepada setiap umat manusia berupa 4 kebajikan watak sejati. Yaitu cinta kasih, kebenaran, kesusilaan dan kebijaksanaan yang harus di kembangkan oleh setiap manusia.

3. Misua.
Bentuknya seperti mie berwarna putih terbuat dari tepung beras. Bila di masak akan mengembang lebih besar dari pada sebelum di masak. Artinya : Harapan rejekinya berkembang seperti bentuk Misua.

4. Lontong Cap Go Meh.
Sajian ini hanya terdapat di Indonesia. Dan di sajikan saat perayaan Cap Go Meh. Kalau di Tiongkok sajian pada waktu sembahyang Cap Go Meh adalah ronde. Lontong cap go meh terdiri dari berbagai macam tambahan sebagai lauknya. Ada ayam, rebung, telur, daging, srundeng dan bubuk kacang. Artinya sungguh sangat menginspirasi, ada ayam yg mempunyai arti kalau manusia mau berusaha pasti mendapatkan makanan atau rejeki, rebung yaitu tunas bambu yg mempunyai arti kuat dan liat seperti bambu, bambu untuk tumbuh membutuhkan waktu 5 th menumbuhkan akarnya sebelum bambu itu tumbuh menjulang ke atas artinya untuk menjadi kuat seperti bambu membutuhkan dasar atau fondasi yg kuat. Bambu tumbuh berkelompok artinya kehidupan manusia sebagai mahkluk sosial. Telur yang mempunyai arti sebagai manusia harus menghasilkan sesuat yang bermanfaat bagi orang lain, dan seterusnya.

5. Kue mangkok, kue wajik dan kue tok / kue kura-kura.
Sajian ini bermakna Ho Lok Siu, yaitu panjang umur, Rejeki dan keberuntungan. Ternyata sebuah sajian bukan hanya sekedar makanan tetapi punya makna harapan dan doa yang tidak terucap, cukup di wakili oleh berbagai ragam sajian. Sangat luar biasa sekali, Simbolik masyarakat Tionghoa khususnya umat Khonghucu tidak pernah ada simbol penderitaan, artinya masyarakat Tionghoa sangat berfikir positip. Bahkan simboll' kematian pun masih punya makna harapan dan doa yang baik. Bila di cermati lebih dalam lagi melalui simbol di atas bisa di terjemahkan apabila kita berpikir positip maka hasil yang di dapat akan positip juga, sebuah motivasi cara tradisional Tionghoa.

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:89 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:239 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:320 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:257 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:135 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:100 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:119 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:138 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Bersama Setiadi Joyosentoso

04-03-2018 Hits:553 Berita Foto

Bersama Setiadi Joyosentoso

Setiadi Joyosetoso bos PT. Surya Putra Barutama yang beralamat di jalan Kedurus 23 adalah sosok seorang bisnisman yang merangkak dari...

Read more

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

03-03-2018 Hits:265 Berita Foto

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

Pagi ini rombongan menuju pasar tradisionil. Pasar tersebut tidak seperti pasar lainnya yang kelihatan jorok. Di dekat pasar ada bubur...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 58 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com