spocjournal.com

Wu Lun Lima Hubungan Masyarakat

Oleh: Ws. Agung Prabowo

Pendahuluan
Wu Lun五伦, Lima hubungan utama kemanusiaan dalam agama Khonghucu memegang peranan penting untuk menciptakan hubungan- relasi dalam masyarakat yang tertata rapi berdasarkan Li 礼, (kesusilaan, sopan santun, tata krama) untuk menciptakan keharmonisan和谐. Kondisi sekarang ilmu pengetahuan dan tehnologi maju pesat, kehidupan moderen semakin menumbuhkan sikap individual yang kuat, pendidikan saat ini lebih menitik- beratkan pada penguasaan ilmu pengetahuan yang meningkatkan rasionalitas dan mengabaikan pendidikan hati yakni moralitas dan budi pekerti.

Peranan agama Khonghucu dalam menghadapi gencarnya kemajuan zaman memerlukan interpretasi terhadap ajaran moralitas keagamaan, agar bisa diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Usaha ini memerlukan kearifan dalam memberi makna atas ajaran-ajaran Nabi Kongzi yang termuat dalam kitab suci. Sehingga pemberian interpretasi atas ayat-ayat tidak menyimpang dari dasar dan nilai religiositas. Ini memerlukan usaha keras dalam upaya memberikan nilai-nilai agama kedalam kehidupan moderen.

 

Pembahasan
Peranan intelektual Khonghucu sangat penting dalam memberikan ulasan dan penguraian pengertian keagamaan dalam masyarakat. Seiring dengan kemajuan zaman dan iptek sangat diperlukan pengkajian atas ayat-ayat dalam memberikan pegangan dan bimbingan dalam penerapan nyata. Terutama kehidupan masyarakat yang semakin tipis dalam moralitas, perilaku masyarakat banyak menyimpang dari garis-garis etika, meningkatnya tindakan korupsi, penyimpangan seksual, wanita dan pria idaman lain, kasus perceraian,  pertengkaran suami-istri, kekerasan dalam rumah tangga, hubungan orang tua dan anak yang tak harmonis, dan lain sebagainya.  Penyimpangan  yang demikian ini, bila ditinjau dari perspektif agama Khonghucu , bagaimanakah kita menarik benang merah agar tatanan relasi kemanusiaan dapat kembali seutuhnya menjadi tatanan yang baik dan harmonis?

 

Hubungan Suami-Istri Merupakan Pondasi Utama Dari Wu Lun 五伦

Wu Lun五伦, Lima Hubungan Relasi kemanusiaan merupakan dasar dan pola hubungan masyarakat dalam perspektif agama Khonghucu. Hubungan relasi ini menciptakan strata sosial dalam paradigma sosial, Lima Relasi ini menjadi dasar dan sendi-sendi kehidupan masyarakat Tionghoa di Tiongkok. Sejak ribuan tahun silam, Lima Relasi ini sudah nejadi dasar kehidupan sosial-masyarakat Tionghoa. Dari pemimpin sampai rakyat jelata menerapkan pola lima hubungan ini. Wu Lun五伦, Lima hubungan ini meliputi lima strata sosila masyarakat, meliputi hubungan antara :

  1. 夫义婦德, fu yi fu de , Suami berkebenaran istri berkebajikan
  2. 父慈子孝, fu ci zi xiao , Ayah berbelas kasih Anak berbakti
  3. 兄友弟敬, xiong you di jing,  Kakak bersahabat Adik hormat
  4. 君仁臣忠, jun ren chen zhong , Pemimpin cinta kasih bawahan loyal
  5. 朋友有信,  peng you you xin , Diantara sahabat dan teman ada kepercayaan

Suami-istri, Ayah-anak, Kakak-adik, Pemimpin-Bawahan dan Sahabat-teman adalah lima relasi dalam pola dan struktur hubungan kemanusiaan dalam masyarakat menurut agama Khonghucu. Menurut strata zaman kuno, pola dasarnya menitik beratkan pada relasi Pemimpin-Bawahan, Suami-istri, Ayah-anak, Kakak-adik dam Sahabat-teman. Karakter Lun ( Relasi) menurut Etimologi karakter Tionghoa ,《说文》云:“辈也。从人,仑声。一曰道也。Lun berasal dari karakter orang dan bunyi Lun, berarti generasi, keturunan, dikatakan sebagai Dao (jalan suci), jadi karakter Lun menyiratkan Jalan suci (Dao) dari generasi ke generasi. Menurut cendekiawan Chengzi, dalam interpretasi kitab Li Ji menerangkan; 郑注《曲礼》、乐记》曰:“伦,犹类也。”伦有同辈、同类、道理、次序等涵义。 Lun merupakan “ jenis, klasifikasi” seperti Lun mempunyai arti “segenerasi”, Sejenis”, “Aturan” “ Urutan”. Nabi Kongzi dalam kitab Lun Yu (Sabda Suci) bersabda : “言中伦,行中虑”, “ Ucapan ada aturannya, dalam bertindak harus dipikirkan masak-masak”. Wu Lun jelas bermakna Dao atau Jalan Suci, menjadi jalan yang harus diterapkan dalam hubungan masyarakat. Dao dari sosial masyarakat.

Sendi dasar dari Wu Lun, Lima Relasi adalah hubungan antara Suami dan Istri. Sebuah keluarga adalah pondasi dasar dari masyarakat. Keluarga yang harmonis dan berkebajikan sangat utama dalam sosiologi Khonghucu. Peranan keluarga yang menerapkan tatanan “moralitas keagaman” Khonghucu adalah hal pokok dalam ajaran Khonghucu. Meraih kehidupan bahagia pasti dalam keluarga, keluarga sejahtera, keluarga bermoral relijius.

Hung Jin 洪进 dalam tulisan berjudul “孔子五伦理念现代考察“, (Tinjauan moderen konsep lima hubungan kemanusiaan Khonghucu) menerangkan pandangannya dalam Lima hubungan (W uLun) dalam konteks ajaran Nabi Kongzi. Ada 4 pokok-pokok pandangan yang mendasar  yaitu: 1. Suami istri adalah unsur utama dalam keluarga, kemudian lahir anak-anak dan menjadi ayah dan ibu, kedudukan ayah dan ibu  atau suami istri dalam keluarga dan masyarakat sejajar. Dalam Lun Yu dikatakan ”事父母几谏,见志不从,又敬不违,劳而不怨”(《里仁》,Nabi bersabda:” Didalam melayani Ayah bunda, boleh memperingatkan(tetapi hendaknya dengan lemah lembut). Bila tidak dituruti, bersikaplah lebuh hormat dan jangaqnlah melanggar.Meskipun harus bercapai lelah, jangan menggerutu.”. Lun Yu, Li Ren, ayat 18, hal 130.,” 父母之年,不可不知也。一则以喜,一则以惧”(《里仁》, Nabi bersabda:” Usia ayah bunda tidak boleh tidak diketahui, di satu pihak boleh merasa gembira, dilain pihak harus merasa kuatir”. Lun Yu, Li Ren, ayat 21, hal 131, menjelaskan bahwa ayah bunda dijunjung tinggi dan membuktikan bakti dalam keluarga. 2.Kedudukan istri dalam keluarga sedikit lebih rendah dari suami. “邦君之妻,君称之曰夫人,夫人自称曰小童;邦人称之曰君夫人,称诸异邦曰寡小君;异邦人称之亦曰君夫人”(《季氏》,”Istri seorang raja, dipanggil “nyonya (夫人fu ren)” oleh sang raja, dan Nyonya (夫人fu ren) memanggil dirinya sendiri “xiao tong (bocah kecil/muda)”. Rakyat memanggilnya “nyonya raja (jun fu ren 君夫人)”, tetapi terhadap orang luar negeri rakyat menyebutnya  “gua xiao jun”. Orang luar negeri menyebutnya “nyonya raja (jun fu ren 君夫人)”, Lun Yu, jilid XVI Kwi Si, ayat 14, hal 297. Dapat dilihat sebutan “fu ren”, “jun fu ren”,”gua xiao jun” semuanya berasal dari Jun (raja).jelaslah bahwa dalam keluarga suami adalah pemimpin keluarga. 3. Istri tidak ikut bekerja dalam masyarakat, dikarenakan pada umumnya kurang diperhitungan kecakapannya. “舜有臣五人而天下治。武王曰:‘予有乱臣十人。’孔子曰:‘才难,不其然乎?唐虞之际,于斯为盛。有妇人焉,九人而已。’”(《泰伯》, “ Ada lima orang menteri raja Shun untuk mengatur dunia. Raja Wu berkata:” Ada 10 orang menteriku yang cakap.” Nabi Kongzi bersabda: “Memang sukar mencari orang yang cakap. Bukankah begitu? Bukankah pada zaman Tang Yao dan Yi Shun(sampai zaman raja Bu) merupakan zaman banyak orang pandai? (Diantara sepuluh orang menteri yang dikatakan raja Wu itu) adalah seorang wanita, jadi hanya ada 9 orang laki-laki yang cakap. Lun Yu, jilid VIII Tai Bo, ayat 29, hal 178. Wanita ini dapat disebut sebagai wen mu “文母”(seorang ibu terdidik sastra dan kitab), fungsinya  dalam masyarakat adalah kedudukan yang tinggi dalam keluarga dan realita, maka Nabi Kongzi tak menghitungnya bukan sebagai “luan chen乱臣”pejabat yang bikin kacau dalam pemerintahan. 4. Pernikahan seorang putri ditentukan atau dipilih oleh ayah. “子谓公冶长:‘可妻也。虽在缧绁之中,非其罪也。’以其子妻之。”“子谓南容:‘邦有道,不废;邦无道,免于刑戮。’以其兄之子妻之。”(《公冶长》, “Nabi membicarkan tenang Gong Zhi Chang. “ Ia boleh diterima menjadi menantu. Sekalipun pernah dipenjara. Itu bukan karena ia telah berbuat jahat.” Maka diterimalah menjadi manantunya. “” Nabi membicarakan tentang Nan Rong, “ Bila negara di dalam Jalan Suci (Dao), ia tidak akan sia-sia. Bila negara ingkar dari Jalan Suci (Dao), ia akan terhindar dari hukuman.” Maka diterimalah ia sebagai menantu kakaknya.” Lun Yu, jilid V Kong Ya Tiang, ayat 1,2,hal 133. Disini jelas peranan Nabi Kongzi dalam memilihkan pasangan putrinya dan keponakannya untuk dijadikan istri dari murid-muridnya.

Secara garis besar, pandangan Nabi Kongzi tentang hubungan suami-istri, pada satu sisi sebagai suami-istri, lebih dititik beratkan pada peningkatan kualitas karakter suami dan istri melalui pembinaan diri, pada galibnya sejajar hubungannya, dan menerima rasa bakti dari putra-putrinya, ini adalah dasar kebenaran. Disisi lain, suami adalah pemimpin keluarga dan istri mengikutinya.

 

Kesimpulan
Relasi suami istri yang didasari kesetaraan gender dan berbeda fungsional dalam menjalankan kehidupan rumah tangga didalam masyarakat, akan meningkatkan kualitas kehidupan itu sendiri dalam mengayuh dan meraih kebahagiaan. Dalam lima hubungan prima kemanusiaan ini, hubungan suami dan istri adalah pondasi dari terwujudnya lima relasi utama manusia. Peranan suami dan istri yang membina diri sebagai pokok keimanan akan melahirkan fungsi yang berbeda dari lima relasi ini, Ia bisa menjadi suami yang benar dan pasangannya menjadi istri yang bajik. Akan berfungsi sebagai ayah yang penuh kasih sayang dalam mendidik putra-putrinya, dan sebagai anak, ia akan berbakti kepada orang tuanya. Sebagai saudara muda atau tua, ia akan berlaku sahabat kepada adiknya dan akan berlaku hormat bila ia menjadi seorang adik. Sebagai pemimpin, ia akan menjalankan organisasinya dengan cinta kasih dan sebagai bawahan ia akan selalu loyal kepada atasannya.Terakhir sebagai seorang teman dan sahabat , ia akan berlaku dapat dipercaya.
Dalam perwujudan nyata perilaku lima relasi ini, ternyata lima kebajikan dapat muncul dalam dimensi kehidupan. Dengan membina diri masing-masing gender manusia sebetulnya mampu melakukan dan mewujudkan secara nyata ajaran Nabi Kongzi.

Daftar Pustaka
Kitab Susi, Matakin
孔子五伦理念现代考察, oleh Hung Jin, China.
Confucianism and the Family, SUNY Series in Chinese Philosophy and Culture

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:160 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:171 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:101 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:643 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:595 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:110 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:190 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:176 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 37 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com