spocjournal.com

Perjalanan Seorang Wen Shi Titis menjadi Xue Shi

Oleh : Xs. Endang Titis Bodro Triwarsi

Pengantar

Hidup tak pernah dapat dipastikan apa yang akan terjadi, meski sudah di rencanakan. Berangkat dari cita keinginan dan harapan di jembatani dengan perjuangan tak selalu dapat terwujud, demikian sebaliknya meski tak terlintas dalam benak hati dan pikiran berjalan mengalir begitu saja mengantar ke sebuah realita yang harus di syukuri di jaga dengan sebaik baiknya..Inilah perjalanan hidup yang akan dituangkan dalam rubrik ini.


sms nyasar

Ketika itu dalam perjalanan pulang dr Solo bersama rombongan Yayasan Klenteng Poo An Kiong Blitar seusai sambang Bp Xs Tjhie Tjay Ing dan kunjungan ke klenteng Poo An Kiong Solo, salah satu Daoqin yang domisili di Jakarta menanyakan posisi saya dimana karena ada sms yang di perkirakan salah kirim, yang sejatinya untuk saya tetapi nyasar ke seorang sesepuh. Pendek kata akhirnya sms tersebut di forwardkan ke saya, isinya berdasarkan temu para Xue Shi tanggal 15 Nov di jakarta. Saya termasuk yang di promosikan peningkatan jenjang kerokhaniwanannya menjadi Xue Shi.

Sebelum sms tersebut sampai ke saya, sejatinya saya juga sempat diajak bicara langsung hal tersebut dengan seorang Xue Shi senior yang lainnya saat kunjungan di Solo, dengan di terimanya sms tersebut saya merasa bingung dan khawatir, banyak hal menjadikan bahan pemikiran untuk menolak atau menerima hal tersebut.maka saya butuh waktu untuk menjawab.
Berbagai masukan dan dorongan saya tampung dan setelah waktu semakin dekat dengan berbagai pertimbangan saya memberanikan diri membalas sms Bp Xs Tjhie dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut :

  1. Apakah ada surat pemberitahuan perihal tersebut kepada Sakin Poo An Kiong blitar tempat saya bernaung secara kelembagaan?
  2. Syarat apa yang harus saya siapkan?
  3. Dengan tidak menguasai bahasa kitab (Han Yu) apa saya layak menjadi Xue Shi?


 Dan Beliapun menjawab melalui sms antara lain demikian.,

  1. Menyurati perihal tersebut kepada Makin/ Kakin/ Sakin yang bersangkutan termasuk Poo An Kiong Blitar
  2. Syarat : disiapkan makalah khotbah pendek saat Pendadaran ( 20 des) dan biodata yang sekarang.
  3. Bahasa Kitab itu memang perlu, tapi bukan syarat pokok. Melainkan iman, kesatyaan, pengetahuan, kemampuan dan kesiapan pengabdian.


Pwee ke altar.

Mungkin ada sebagian orang yang tidak sependapat, namun bagi saya pribadi mempunyai kemantapan ketika menghadapi sesuatu yang cukup berat yang”mentok” dalam pikiran pasti bersandar kepada Tian, Nabi dan para Suci lewat sembahyang doa dan lanjut Pwee ke Shen Ming.
Begitulah maka dalam hal inipun saya berniat untuk bertanya kepada Shen Ming lewat pwee. Mengingat saya lama pelayanan di Hok Sian Kiong Mojokerto, maka dalam suatu kesempatan saya berniat tanya lewat pwee ke Yang Mulia Maco Tian Shang Shen Mu Shen Ming tuan rumah di Miao Mojokerto. Di hari bersamaan dengan jadwal tugas di mojokerto itulah niat saya wujudkan dan  jawabnya, tertawa!

Saya koreksi diri dalam segala hal.dan terbesit dalam pikiran bukankah saya sudah 1,5 th berdomisili di Blitar dan aktif pelayanan di bawah lembaga klenteng Poo An Kiong Blitar, etikanya saya bertanya kepada Shen Ming tuan rumah Klenteng Poo An Kiong Blitar YM Kongco Guang Zhi Zun Huang. Tanggal 15 -9 - 2563 saat sembahyang Wangshi Bumi dalam Harmoni, saat baik untuk doa" pengharapan di naikan”.

Sudah menjadi kewajiban pengurus dan umat berhimpun bersama melaksanakan Ibadah tanggal, setelah selesai sembahyang bersama itulah saya pribadi sujud bersimpuh di hadapan altar YM Kongco Guang Zhi Zun Huang memohon petunjuk agar saya bisa menjawab kepada Deroh secara pasti. Tanpa disadari air mata menetes tanpa mampu menahan, jantung terasa berdetak kecang, bergemuruh.. Begitu melihat alat pwee yg satu membuka dan yang lain menutup setelah saya jatuhkan kelantai seusai bertanya demikian, 'jikalau memang membawa manfaat positif bagi semua pihak kedepannya, mohon berkenan untuk  memberi jawaban, 1x saja'.


Persoalan muncul.

Berbeda pendapat adalah sebuah konsekuensi demokrasi, realita yang harus di hadapi dengan legowo, bijak, jiwa besar selama berpegang pada kenyataan, tidak tendensius atau mendiskriditkan. Namun, kalau sudah tidak relevan bahkan menggunakan segala cara, saya kira tidak boleh dibiarkan atau tinggal diam karena akibatnya bisa fatal kedepannya terlebih menyangkut bimbingan rokhani yakni agama agar manusia hidup dalam Dao, hidup mengembangkan moral dengan wujud prilaku bajik. Agama bukan saja terletak pada menguasai secara text book tetapi sejauh mana tanggung jawab sosial.. Zhong yi Tian Shu yi Ren..
Satya kepada Tian, tenggang rasa tepo saliro kepada sesama, itulah yang di bimbingkan oleh Zhi Sheng Kongzi dan diteladankan pada kita.

Kira-kira seminggu menjelang liyuan peningkatan rokhaniwan, saya menerima kabar ada surat formal pernyataan dari salah satu Sakin di jatim yang belum/ tidak bersetuju. Juga sms ke Xue Shi yang isi dan tujuannya sudah tidak sehat lagi,bahkan Ketua Lembaga Khonghucu proppinsi juga menelpon Ketua lembaga di satu daerah yang intinya bertujuan mempengaruhi agar tidak memberi dukungan.
Pengertian  makin jelas dan komplit setelah saya menjalani liyuan peningkatan rokhaniwan dan resmi menjadi Xue Shi, kehadiran pengurus dan umat dari beberapa daerah adalah wujud dukungan yang tak dapat dinilai dengan apapun, dan ucapan terimakasih dari sayapun tidaklah cukup semoga kiranya Tian yang akan membalas budi baik dengan berkah yang berlimpah.Shanzai.

Saya ingat pesan Zhi Seng Kongzi lewat sabdaNya, “jadilah umat Ru yg Junzi jangan menjadi umat Ru yg Xiaoren..”
Duh Tian, Zhi Sheng Kongzi dan segenap Shen Ming, semoga berkenan membimbing dan memberkahi sehingga saya mampu menjaga amanah suci ini, belajar dan berjalan bersama umat saling mengingatkan dan menguatkan, saling asah asih asuh menuju hidup sejahtera lahir dan bathin sebagaimana tersurat dalam kitab Da Xue,”Harta Benda dapat menghias rumah,Laku Bajik menghias diri dan Hati yg lapang menjadikan tubuh kita sehat.”
Bahwa hidup sejahtera lahir batin, tercukupi kebutuhan lahiriah, sehat dan tidak dengan kehilangan moral!


Perjalanan hidup sebagai Rokhaniawati Khonghucu.

Saya terlahir dari keluarga suku Jawa di Purworejo jawa tengah, mengenal agama Khonghucu dari ayah yang ketika itu sudah terjalin tali silaturahmi keluarga kami dengan umat dan tokoh-tokoh agama Khonghucu di Kutoarjo dan Purworejo. Sejak awal saya bisa merasakan adanya saling menghormati perbedaan dan telah menjadi landasan pola pikir dalam kehidupan keluarga kami hingga saat ini.
Tahun 1976 saya menjadi tenaga pengajar Agama Khonghucu di wilayah kota tegal setelah 2 tahun resmi mengikuti pendidikan di Solo. Itulah awal karier yang sangat menggembirakan waktu itu, bagaimana tidak menggembirakan, karena dari awal sangat ingin bekerja punya hasil dari jerih payah tidak selalu bergantung pada orang tua.

Sayang sekali baru 2 tahun berjalan pendidikan agama Khonghucu di sekolah terganjal dengan kurikulum yang belum disahkan oleh pemerintah sehingga agama Khonghucu tidak boleh diajarkan di sekolah, siswa harus memilih salah satu agama selain agama Khongucu. Bahkan lebih lanjut dikatakan agama Khonghucu bukanlah agama melainkan kepercayaan, adat istiadat dan 'hanya' ajaran moral!
Sejak itu hati makin terpanggil untuk terus ambil bagian dalam mempertahankan existensi agama Khonghucu di indonesia. Entah karena terbawa emosi atau apa yang jelas kegiatan belajar mengajar beralih tempat dari sekolah ke Miao menyelenggarakan kebaktian, mulai anak-amak, remaja, dan dewasa serta ketika di tahun 1979 mendapat  dukungan untuk menjadi Jiao Sheng, tanpa pikir panjang sayapun bersedia, saat itu ada 3 orang yang di liyuan di litang Solo yakni Ibu Purwani Tan Kiong Nio, sekarang sudah Ws, Ws Ongko Wijoyo Auwyang Tjoe Ho (sekarang alm) dan saya sendiri.

Demikianlah dari tahun ke tahun tak pernah berhenti atau niatan berpaling dari lman Khonghucu.
Tugas pelayanan sebagai rokhaniwan Khonghucu pun berpindah dari kota yang satu ke kota yang lain, dari wilayah satu ke wilayah yang lain,

Pada akhir tahun 1979 - 1982 di Priangan Timur meliputi Tasik,Ciamis dan Banjar. Tahun 1982 -1988 di semarang mengikuti suami dan sayapun bergabung dengan teman-teman seiman di Makin Semarang. Tahun 1988 - 1991 di Cilacap selain pelayanan umat juga menjadi guru agama Khonghucu di Sekolah Taman Hidayah. Di akhir September 1991 atas pemintaan Kwan Sing Bio Tuban saya pindah tugas kerokhaniwanan Khonghucu di Tuban.
Awalnya hanya pelayanan di Tuban, selanjutnya di bawah koordinator Bidang Khonghucu  pelayanan bertambah ke Bojonegoro, Mojokerto, Krian, Mojoagung, Jombang, Gudo dan Blitar.
Pada tahun 2005 tepatnya bulan nopember saya mengundurkan diri dari Kwan SingBio dan tidak menginduk formal di daerah manapun namun oleh permintaan dari beberapa Miao di jatim pelayanan tetap dilanjutkan, demikianlah hingga akhirnya di tahun 2011 bulan juli saya bersama keluarga pindah dan menetap di Blitar resmi menjadi rokhaniwan Agama Khonghucu di Poo An Kiong Blitar, serta tetap mendapat dukungan untuk pelayanan ke kota-kota lain sebagaimana yang telah berjalan dgn baik selama ini.

Jangan Pernah Menyerah.

Menjadi manusia tidaklah mudah, karena manusia adalah makhluk termulia diantara makhluk lain ciptaan Tian, maka ”kemuliaan” yang menjadi identitas manusia harus di jaga. itulah makna hidup yang sesungguhnya itu pulalah yang menjadikan Agama di turunkan oleh Tian ke dunia.
Semoga Tian, Nabi dan Para Suci berkenan membimbing dan memberkati sehingga tugas tugas kedepan yang makin kompleks dapat terselenggara dengan lancar dan membawa kemajuan bagi semua pihak, Shanzai.

Nabi bersabda “ Sungguh jujurlah Su-Gi itu. Negara dalam Jalan Suci Ia berbuat lurus seperti anak panah; Negara ingkar dari Jalan Suci, perbuatanya tetap lurus seperti anak panah.” Sabda Suci XV : 27
                                                            Blitar, 29 Desember 2012


                                                           (Xue Shi Endang Titis Bodro Triwarsi)


Selamat dan Sukses

Xs.Endang Titis Bodro Triwarsih adalah salah satu Xs perempuan disamping Xs.Kim Giok Nio dan Alm. Xs Lely Loho ( dari Menado ). Beliau adalah seorang pejuang agama Khonghucu yang tidak pernah pundar dari semangat pengabdian. Beliau sudah lama sekali mengabdi bahkan mengorbankan tenaga dan pikirannya bahkan kehidupannya secara total terhadap agama Khonghucu. Sepanjang yang saya ketahui belum ada seorang yang dengan gigih berjuang setulus beliau. Maka beliau adalah seorang yang layak menjadi Xueshi ( Xs) karena tingkah laku dan perbutannya telah teruji sebagai tauladan bagi kita semua ( Js.Drs.Ongky Setio Kuncono,MM,MBA ).

Sebagai mantan anak didik beliau sewaktu saya sekolah di SMP Negeri V Tegal, saya menyampaikan rasa bangga dan selamat atas peneguhan beliau sebagai Xueshi.Semoga kehadiran beliau sebagai Xueshi perempuan baru dapat memberikan warna tersendiri dalam perjuangan agama Khonghucu ke depan. Dengan peneguhan beliau ini juga sekaligus membuktikan kepada masyarakat luas bahwa dalam agama Khonghucu tidak ada bias gender antara laki- laki dan perempuan . Juga membuktikan bahwa agama Khonghucu bukanlah agama etnis Tionghoa, melainkan agama bagi seluruh umat manusia ( Ws.Ir.Budi S. Tanuwibowo ).

Atas Rahmat Tian Yang Maha Esa, pada malam tanggal 21-12-2012 di Makin Solo, telah dilaksanakan Li Yuan 5 Xs, dimana diantaranya 2( dua )Xs adalah wanita ( Ibu) 1. Xs.Titis 2.Xs Kim Giok Nio. Pertama dalam sejarah agama Khonghucu di Indonesia, serta menyambut hari Ibu untuk rakyat Indonesia.Dimana kedua Ibu ( mama/mami) serta amah ( nenek), itu yang saya banggakan serta terharu, terutama pada Xs Titis, dia adalah seorang yang lulusan Guru Agama Khonghucu, walaupun agama Khonghucu di masa pemerintahan Orba di diskriminasi. Tetapi perjuangan untuk mendidik, membina serta pelayanan terhadap umat Khonghucu dimanapun khususnya di Jawa timur, beliau jalankan dengan tulus serta bijaksana ( Ws.Lie Wei Fu,SE ).

Selamat kepada Xs Kiem Giok Nio dan Xs Titis atas Liyuan Xs pada tanggal 21 Desember 2012 di Solo. 2 Xs baru ini menambah jumlah Xs perempuan. Ini menunjukan peranan perempuan dalam agama Khonghucu sangat diperlukan . Dan saat ini hanya ada 2 Xs perempuan, semoga dapat berkarya membina umat dengan sifat ke-ibuannya ( Ws.Dra.Lucia Herawati ).       


STUDY PARK OF CONFUCIUS MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES ATAS LIYUAN XUE SHI (Xs) ENDANG TITIS BODRO TRIWARSI PADA TANGGAL 21 DESEMBER 2012 DI SURAKARTA .

Comments   

 
0 #4 Js. Sofyan J. Yosadi 2013-04-11 23:44
Selamat buat Xs. Titis. membaca tulisan ini saya terharu. yg menjadi titik perhatian saya, ketika dimasa2 sulit kita berjuang bersama namun disaat jalan semakin terbuka ketika kita butuh lebih banyak tenaga justru masih ada jegal menjegal diantara sesama. saya punya pengalaman bersama Xs. Titis ketika Mukernas Deroh di Solo. kasus jegal menjegal ini sempat terangkat. berjuanglah dengan penuh keyakinan akan kebenaran & keteguhan. jalan masih panjang terbentang halangan, tantangan & cobaan. jauh perjalanan nanti berakhir saat semua umat ucapkan salam Wu Hu Ai Zai. Kemuliaan dihadapan Nabi & Para Shen Ming, yang utama kemuliaan dihadirat Tian !! teruslah jadi pejuang srikandi Khonghucu Indonesia. Lupakan sakit hati karena masih banyak saudara seiman akan selalu memberi simpati dan empati. Salam De dari Manado, ujung Sulawesi dekat Philipina. Kita akan terus berjuang bersama dan jangan habiskan energi dari para penjilat, pencemburu dan penjegal. Yakin dalam Kebajikan Tian berkenan. Shanzai
 
 
+1 #3 agung kusuma putra 2013-01-10 00:17
:-) Selamat n sukses atas d lantik ny ws titis tri warsi menjadi xs titis triwasrsi
Semoga dapat membawa perubahan bagi agama khonghucu d indonesia pda umum ny n d jawa timur pda khusus nya. :-)
 
 
+1 #2 jOHANKA 2012-12-31 10:52
Selamat untuk Xs Titis dan Xs Kim Giok Nio, Semoga dengan bertambahnya Xs, dan Xs perempuan, akan menambah kemajuan untuk Dewan Rohani Matakin.

"Selamat menjalankan tugas yang sangat MUlia ini".

Shanzai.
 
 
+1 #1 Gianti Setiawan 2012-12-31 09:50
Selamat kepada Xs Kiem Giok Nio dan Xs Titis atas Liyuan Xs di Solo,21 desember 2012,selamat bekerja dan berjuang menebarkan firman Tian demi kemajuan agama kita,maju terus perempuan Konghucu,dan jangan lupa dukung Perkhin untuk wilayah jateng dan jatim| teriring salam dari Perkhin se jabar,jakarta dan banten
 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:245 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:894 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:115 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:404 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:298 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:234 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:176 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:719 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 76 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com