spocjournal.com

Kilas balik terbentuknya Kebaktian Bersama Anak-anak Antar Litang

Oleh : Ws.Endang Titis Bodro Triwarsi


Kata pengantar.
Kebaktian  bersama anak-anak antar litang dirumah ibadah Tjoe Tik Kiong, Pasuruan tanggal 21 oktober 2012 adalah kebaktian bersama putaran yang ke 8, diselenggarakan sebagai wahana membangun kebersamaan anak-anak Ru Jiao (agama khonghucu) diwilayah jawa Timur. Kebaktian bersama putaran pertama sebagai tuan rumah adalah TITD Hok Liong Kiong Jombang, putaran ke 2 TITD Hok Swie Bio Bojonegro dan putaran ke 3 TITD Hok Sian Kiong Mojokerto, ke-4 TITD Teng Swie Bio Krian, Ke-5 Makin Boen Bio Surabaya, Ke-6 Rumah Ibadah Klenteng Poo An Kiong Blitar, Ke-7 TITD Hong San Kiong.

Acara kebaktian bersama ini memang dikemas agak berbeda disamping beribadah seperti biasanya juga ada acara ujuk bakat (talent show) dan permainan (game). Semua ini diharapkan menambah semangat peserta kebaktian sekaligus membangun rasa percaya diri dalam bersikap, berprilaku merajut kebersamaan menuju persaudaraan sebagaimana yang telah di bimbingkan Nabi Kongzi lewat kalimat yang disampaikan Cu He “Di empat penjuru lautan semua saudara” (SS XII:5) sekaigus berkreatifvitas melatih diri menjadi generasi yang kelak mampu meneruskan yang telah di teladankan oleh Orang Tua, Guru dan Sesepuhnya.


Latar belakang berdirinya kebaktian bersama.
Sejak dikembalikannya hak-hak sipil umat Khonghucu di Negara Kesatuan Republik Indonesia sunguh hal yang membahagiakan dan wajib disyukuri baik sebagai umat Khonghucu maupun sebagai warga bangsa yang dilindungi hak-haknya. Pencantuman agama Khonghucu di Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), pencatatan pernikahan secara agama Khonghucu dikantor catatan sipil serta dimasukannya pendidikan agama Khonghucu dalam kurikulum sekolah semakin menambah rasa percaya diri dalam ikut serta secara aktif membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Mengingat umat Khonghucu “terbelenggu” cukup lama, yaitu sejak diberlakukannya Instruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967 dan baru “dibebaskan” setelah diberlakukannya Keputusan Presiden Nomor 6 tahun 2000 maka sudah tentu “kedodoran” disana sini termasuk minus generasi muda Khonghucu. Kenyataan ini mengundang keprihatinan bagi kalangan tua dan dewasa. Selama ini anak-anak kita biarkan memilih serta mengikuti agama selain agama Khonghucu baik disekolah maupun kegiatan keagamaan dirumah ibadah, jikalau mengikuti agama Khonghucu sifatnya hanyalah sekedar apa yang dilakukan oleh orang tua masing-masing tanpa adanya penekanan atau keharusan, maka “bias” itulah yang terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman yang hakiki dalam beragama.
Perihal tersebut mengundang keprihatinan bagi Bapak  Tjhin Soek Liong Ketua Rumah Ibadah Klenteng Poo An Kiong Blitar. Beliau sangatlah kawatir akan terjadi krisis generasi penerus dikemudian hari, maka beliau bersama dengan pengurus lainya beserta kaum ibu Klenteng Poo An Kiong Blitar bahu membahu menyelenggarakan kebaktian anak-anak dengan berbagai kegiatan lainya

Suasana prihatin ini juga dirasakan oleh pengurus TITD Hong San Kiong Gudo melalui Bapak Edy Suprapto ( Go Liang Tjwan) selaku bendahara klenteng tersebut menyampaikan kepada penulis untuk mengajak anak-anak TITD Hong San Kiong mengujungi Klenteng-Klenteng terdekat guna menambah semangat dalam belajar agama serta keagamaan, untuk menunjukkan keseriusannya pengurus menyediakan fasilitas untuk kegiatan tersebut.
Demikian pula pengurus TITD Hok Swie Bio Bojonegoro jauh sebelum penulis mendapat kepercayaan dari beliau-beliau diatas telah dirintis kebaktian anak-anak di TITD Hok Swie Bio Bojonegoro atas prakarsa dari Bapak Tan Tjien Hwat yang saat ini menjabat sebagai Ketua serta pengurus yang lain ketika itu. Berangkat dari kebaktian anak-anak inilah mereka berani mengakui Khonghucu sebagai agamanya disekolah formal dengan mengisi formulir pada saat pendaftaran sekolah, meski siswa yang beragama Khonghucu di Bojonegoro tidak banyak jumlahnya namun tercatat di SMP N 1 Bojonegoro, SMP N 2 Bojonegoro, SMP N 5 Bojonegoro, SD dan SMP model Terpadu Bojonegoro bahkan juga SMA Negeri 1 ditahun pelajaran 2012/2013.
Semangat anak-anak perlu mendapat apresiasi dari kita kaum tua, pengurus kelembagaan dan rokhaniwan untuk terus maju berdaya upaya demi kemajuan generasi muda dengan menggunakan ruang dan waktu yang telah pemerintah berikan, sekaligus membuktikan bahwa kita mampu mengambil bagian untuk memberikan kontribusi kepada Negara dan  Bangsa dimana kita lahir, hidup serta kelak akan berpulang di Indonesia. Berangkat dari hal-hal tersebut penulis berusaha merajut serta menyampaikan kepada Klenteng lainnya yang terjangkau oleh penulis dan mendapat sambutan yang sangat menyejukkan. Kini kebaktian bersama sebagai wadah kegiatan membangun persaudaraan, meningkatkan semangat belajar dan menunjukkan eksistensi anak-anak generasi penerus kemasyarakat luas telah terselenggara meskipun masih banyak kekurangan disana sini, untuk itu kita harus terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai apa yg kita cita-citakan

KEBAL Menjadi Nama Kebaktian Bersama
Ketika kita membaca atupun mendengar kata “KEBAL” kita akan teringat suatu kekuatan atau daya tahan yang mampu menangkal segala bentuk serangan, contohnya jika berubungan dengan kesehatan berarti tahan dari serangan “penyakit” namun “KEBAL” disini yang dimaksud adalah kependekan dari “Kebaktian Bersama Anak-anak antar Litang” (Litang merupakan ruangan untuk beribadah bagi umat agama Khonghucu) dan moto yang kita pakai adalah “ KEBAjikan dalam beLajar(KEBAL)” maka kegiatan kebaktian bersama ini disamping beribadah sebagai mana biasanya juga ada kegiatan yang menambah kreatifitas peserta untuk mentranformasikan ilmu agama dalam bermain dan berkarya menuju prilaku yang sebaik-baiknya sehingga bermanfaat positif bagi diri dan lingkungan dimana berada. Dengan demikian menumbuh kembangkan rasa percaya diri serta menyadari bahwa kita memiliki teman dan komunitas sebagaimana orang lain disekitar kita
Sebelum menanamkan rasa persaudaraan, membangun kebersamaan dan membantu satu sama lain diantara peserta- para pengasuh telah memiliki bekal. Dengan demikian diharapkan akan mempermudah dalam mengarahkan dan memberi teladan bagi para peserta untuk membawa hal positif kedepannya. Tidak menutup kemungkinan bahwa para pengasuh memiliki banyak kendala karena memang tidak berangkat dari pendidikan yang disiapkan untuk hal tersebut. Misalnya, materi pendidikan yang sesuai dengan jenjang usia dan pengetahuan anak, Metode pengajaran yang mempermudah daya tangkap dalam menerima materi pembelajaran, serta kesuliatan untuk mendapatkan dan menyusun bahan pembelajaran dan lain-lain.
 Dengan demikian  sesungguhnya kegiatan “KEBAL” ini dapat dimanfaatkan  para pengasuh untuk bisa saling berbagi atau bahasa gaulnya Sharing guna mencari solusi kendala yang ada demi mencapai kemajuan yang diinginkan dan  jika memungkinkan dapat menangani pendidikan agama disekolah dimana para pengasuh tinggal meskipun bersifat “sementara” sambil menunggu tenaga pendidik Alumni SETAKHONG sesuai ketentuan dari Dinas Pendidikan. Untuk mempermudah sarana komunikasi, menyalurkan pemikiran maupun karya-karya tulis dapat diterbitkan buletin “KEBAL” untuk lingkungan sendiri, Semoga..

TUAN RUMAH KEBAL
“Siapakah yang menjadi tuan  rumah kegiatan Kebal??” idealnya tuan rumah kebal haruslah bergilir agar semua bisa merasakan “nikmatnya” tanggung jawab sebagai tuan rumah, dengan bergilir diharapkan menghalau kejenuhan suasana. Jadi, dengan bergilir maka akan tercipta suasana yang berbada. Berdasarkan kesepakatan “Kebal” dilaksanakan berkala setiap 4 bulan sekali dan bersifat luwes, yang artinya ketika tiba saatnya kegiatan diselenggarakan namun banyak kegiatan Klenteng atau kegiatan sekolah maka “Kebal” bisa diundur atau dimajukan penyelenggaraannya. Saat “Kebal” berlangsung diselenggarakan juga musyawarah guna menentukan tuan rumah “Kebal” putaran berikutnya. Demi terwujudnya “Kebal” maka dituntut tanggung jawab secara bersama dalam segi apapun selama ada keterbukaan.



PENUTUP
“Kebal” sebagai wadah  kreatifitas dan pembelajaran agama Khonghucu dikalangan anak-anak dapat terwujud dengan baik menuntut kepada kita untuk bekerja keras, pengertian, kesabaran dan keikhlasan serta tanggung jawab semua pihak.
Penulis berharap “bola salju” yang sudah menggelinding jangan sampai terhenti, tunas-tunas telah tumbuh bahkan telah mulai nampak berbunga mekar indah nan elok disana sini menambah warna warni dalam kehidupan ini. Mari kita jaga dan rawat sehingga bunga yang telah mulai mekar ini kelak dapat berbuah serta dapat bermanfaat bahkan memberikan benih-benih baru yang semakin banyak untuk menjadi penerus kita dimasa mendatang...

Semoga Tian, Para Nabi, Para Suci membimbing kita semua, Shanzai..

Comments   

 
0 #1 agung kusuma putra 2013-01-10 00:34
Sukses terus kebal... Smga prjlanan kebal ini terus berlanjut sampai kapan pun, n untuk semua ny trus semangat demi kemajuan agama khonghucu. N generasi penerus bagi pendahulu kita
 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:245 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:894 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:115 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:240 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:404 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:298 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:234 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:176 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:719 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 16 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com