spocjournal.com

Belajar Organisasi Pertama Dengan Pak Rusdiono

Banyak pengalaman organisasi yang sudah saya dapatkan baik di dalam lingkungan organisasi perusahaan maupun organisasi tingkat nasional. Saya menyadari bahwa pengalaman pertama kali mengenal organisasi ketika di SMP N Ploso. Bapak Rusdiono sebagai pembina OSIS selalu mendorong dan melibatkan saya untuk bisa tampil dalam setiap kegiatan.

Sertifikat Gerakan Pramukan Kwartir Cabang Jombang. Plangkungan- Wonosalam 1 sd 3 Nopember 1980.

"Teringat kejadian waktu itu, saya dipanggil untuk berkumpul di ruang ketrampilan kebetulan waktu itu saya baru masuk sekolah kelas 1 A. Di ruang ketrampilan sudah berkumpul kakak kelas 2 untuk membicarakan sesuatu. Diluar dugaan, bapak Rusdiono mencantumkan nama saya sebagai satu-satunya siswa yang ditugaskan ikut Jambore cabang untuk berkemah di Wono Salam.

Selanjutnya bapak Rusdiono juga yang mengangkat saya menjadi Bendahara 2 Koperasi Bakti Siswa yang baru didirikan juga. Bapak Rusdiono menjadikan saya aktif dalam kepengurusan OSIS dan secara terus menerus saya telah digemleng dengan berbagai kegiatan organisasi( sikutip dari buku Spirit of Medissa, Gemaku 2010).

Bapak Rusdiono mewakili New Medissa memberikan piagam penghargaan kepada M.Sahid sebagai ketua Panitia Deklarasi New Medissa & Dies Natalies ke 37 Medissa.

Bapak Rusdiono, guru yang dianggap "saklek", berprinsip, disiplin, serius bila mengajar di kelas. Bapak Rusdiono mengajarkan kepada muridnya sikap tegas dan tidak ada kompromi kepada setiap muridnya yang melanggar peraturan. Pak Rusdiono tak segan-segam "menyeprot" muridnya dihadapan kelas sehingga mereka yang merasa salah akan menunduk dengan muka merahnya. Sikap "ceplas-ceplosnya" itu yang membuat anak didiknya bukan sekedar takut, melainkan merinding seperti tikus melihat kucing.

Namun demikian dibalik kedisiplinannya, bapak Rusdiono sebenarnya hatinya lembut dan kasih sayang kepada kita semua. Tak mengherankan bila suatu hari bapak Rusdiono pernah memberikan uang saku kepada kami ketika ikut gerak jalan Mojokerto-Surabaya.

Nampak bapak Rusdiono ketika digandeng dengan Erawati.

Bapak Rusdiono, guru yang dianggap "saklek", berprinsip, disiplin, serius bila mengajar di kelas. Bapak Rusdiono mengajarkan kepada muridnya sikap tegas dan tidak ada kompromi kepada setiap muridnya yang melanggar peraturan. Pak Rusdiono tak segan-segam "menyeprot" muridnya dihadapan kelas sehingga mereka yang merasa salah akan menunduk dengan muka merahnya. Sikap "ceplas-ceplosnya" itu yang membuat anak didiknya bukan sekedar takut, melainkan merinding seperti tikus melihat kucing.

Namun demikian dibalik kedisiplinannya, bapak Rusdiono sebenarnya hatinya lembut dan kasih sayang kepada kita semua. Tak mengherankan bila suatu hari bapak Rusdiono pernah memberikan uang saku kepada kami ketika ikut gerak jalan Mojokerto-Surabaya.

Teringat waktu itu bagaimana bapak Rusdiono tidak bicara dengan saya( sebagai hukuman Ahimsa) karena saya memobilisasi teman-teman lainnya untuk tidak ikut kemah dalam Kepramukaan. Perbuatan saya yang salah itu menjadikan seolah menjadi murid yang tidak berkutik bicara. Mulut terbius dan tertutup oleh perban yang sangat menyakitkan. Itulah cara bapak Rusdiono menyadarkan muridnya agar lebih berhati hati dalam bertindak.
Bapak Rusdiono memberi terapi muridnya agar terketuk hatinya serta membuka matanya agar tidak melakukan kesalahan dan tindakan yang disengaja.
Pada kesempatan lain ternyata bapak Rusdiono bukan guru "angker" yang ditakutkan, beliau adalah guru yang sabar dan memberikan ketauladanan baik bagi murid-muridnya. Bapak Rusdiono ternyata bisa begurau dan berbincang bincang dengan akrap ketika jumpa di luar kelas. Sikapnya yang demikian itu ada sebagian teman-teman yang takut dengan beliau.

Beliau memiliki insting yang kuat sehingga beliau sangat paham sekali satu- persatu muridnya yang cakap dan bisa diajak aktif dalam kegiatan ektrakukikuler.

Pemahaman dan pendalaman sifat murid-muridnya itu dijadikan sebagai pedoman untuk menggugah semangat agar muridnya itu bisa berkreatif dalam pengembangan kepribadiannya.
Kalau sudah bicara dengan bapak Rusdiono bukan saja membosankan, melainkan kita bisa berdiskusi hingga berjam-jam tanpa jenuh. Sejak saya masih di SMP N Ploso pernah diajak ke rumahnya dan berdiskusi berbagai hal kehidupan.

Bapak Rusdiono ketika di rumah bukan sekedar menjadi guru, melainkan menjadi bapak yang memberikan tauladan baik serta memberikan nasehat kepada anak-anaknya.

Wawasan dan pandangan yang luas menjadikan bapak Rusdiono tidak mudah mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Beliau selalu menggali semua informasi termasuk saya sebagai informan yang juga diperhitungkan. Kenyataan tersebut ketika saya mengusulkan adanya kotak amal untuk menghimpun dana dalam Kepramukaan, beliau dengan cepat menyetujui serta memperintahkan saya membuat kotak tersebut .

Hasilnya cukup lumayan sebab kita memiliki dana untuk kegiatan Kepramukaan secara swasembada.

Photo mas Oong, Bapak Sutaji, bapak Rusdiono, Erawati, kak Fendy ( pembina Pramuka).


Dikesempatan lain ketika saya mengusulkan membuat bulletin Sekolah dalam rapat, bapak Rusdiono langsung menanggapinya. Sekertika itu saya disuruh maju didepan untuk berpidato ide bulletin tersebut. Meskipun bulletin tersebut belum pernah terbit sampai saat sekarang, akan tetapi kami sempat membuat majalah dinding. Saat sekarang kita telah memiliki Spocjournal sebagai bagian rasa penebusan cita-cita masa lalu. Untuk itulah kami New Medissa berencana membuat buku dan tanggal 9 Juni 2019 sudah bisa kita miliki.

Bapak Rusdiono selalu memberikan kebebasan kepada muridnya agar lebih berkreatif, berkarya positif, memiliki semangat kerja yang tinggi. Beliau mengasah murid-muridnya sesuai dengan karakter dan sifatnya masing-masing. Bagi mereka yang mencintai seni budaya diarahkan mempelajari kerawitan, bagi yang suka dengan petualangan dimasukkan dalam kegiatan Kepramukaan, bagi muridnya yang menyukai tantangan dimasukkan dalam kegiatan Koperasi. Semua kegiatan tersebut diawasi langsung oleh beliau dan jika muridnya ada masalah maka beliau siap selalu didepan memberikan solusi.

Model semacam itu adalah bentuk motivasi. Dalam kontek saat sekarang bahwa bapak Rusdiono termasuk motivator yang sangat berarti bagi kita semua.

Hidup tanpa motivasi ibarat zombie yang dingin tak bergairah. Sedangkan hidup separo motivasi bagai pohon tumbuh di atas batu, hidup enggan matipun tak mau. Hidup harus penuh gairah dengan motivasi intensif sesungguhnya hidup yang sejati, asli dan otentik. We are living to the fullest

Murid-murid adalah sebuah pisau yang harus diasah terus menerus.
Setajam tajamnya pisau jika tidak diasah akan tumpul juga. Meskipun sebuah pisau yang sangat tumpul, jikalau diasah terus- menerus, akhirnya tajam juga. Demikian juga manusia, bila diasah terus menerus akan menjadi efektif dan tajam akhirnya.

Bapak Rusdiono menginginkan murid-muridnya tajam semua. Mampu berdikari dan bisa mencapai kesuksesan dimasa mendatang.

Apa yang dilakukan bapak Rusdiono adalah upaya juga membangkitkan talenta murid-muridnya. Penggalian talenta sangat penting sekali dalam proses ngajar mengajar.

Setiap orang mestinya sadar bahwa dalam diri mereka terkandung kekuatan yang amat besar. Kekuatan ini saya sebut sebagai motivasi akbar. Motivasi ini mampu mencelikkan mata Helen Keller meski beliau buta tapi bisa menjadi dosen dan penulis ternama.
(Jansen Sinamo,Mengubah Pasir menjadi Muntiara, Institut Darma Mahardika,2012)

Begitulah api motivasi itu terus tumbuh di hati murid-muridnya sampai saat sekarang. Bagi bapak Rusdiono belum menjadi murid yang baik bila muridnya belum ikut kegiatan ekstrakulikuler.

Murid yang tidak aktif dalam kegiatan belumlah sempurna menjadi muridnya. Murid -murid yang tidak aktif alias pasif tidak akan memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan nyata.

Pandangan yang begitu mulia itulah yang menjadikan muridnya tumbuh berdikari, memahami lapangan serta memiliki semangat melakukan perubahan.

Apa yang diajarkan oleh bapak Rusdiono tentang organisasi dalam OSIS, menghasilkan Medissa dan New Medissa sebagai konsekwensi logis dari proses belajar murid-muridnya. Saat sekarang semua persoalan Medissa telah clear sejak New Medissa di Deklarasikan. Pengakuan dosa masa lalu akan menjadi penerimaan dan pemakluman pada saat sekarang. Bapak Rusdiono sadar betul, maka beliau sangat mendukung New Medissa dengan kehadirannya.

Kami semua sadar bahwa berkat bapak Rusdiono, telah merubah pikiran kita semua sehingga kita mampu memahani nilai-nilai kemanusiaan dan juga menjadikan lebih dewasa. Dengan organisasi pulalah kita masuk dalam wilayah baru hubungan kemanusiaan yang bermanfaat bagi pendewasaan atau setidaknya ikut andil membangun peradaban dunia civilization of the word)

Meskipun ungkapan katamu sudah lebih 37 tahun lalu, tapi semangatmu terpatri dalam relung hati terdalam. Semoga bapak Rusdiono diberi kesehatan prima sehingga bisa jumpa kembali di Reuni Akbar & Halal Bihalal 9 Juni 2019 mendatang.

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

21-03-2019 Hits:111 Berita Foto

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

Pagi itu seperti biasa, saya datang ke rumah papa dan membawa mie pangsit.

Read more

Sarasehan Kerukunan

21-02-2019 Hits:102 Berita Foto

Sarasehan Kerukunan

Sarasehan kerukunan antar umat beragama se Jawa Timur tahun 2019 di Harris Hotel & Conventions, Kota Malang berlangsung dari tanggal...

Read more

Imlek Hari Raya Khonghucu

10-02-2019 Hits:450 Berita Foto

Imlek Hari Raya Khonghucu

Dihadapan kaca mata pemerintah bahwa Imlek adalah Hari Raya Keagamaan yakni Hari Raya Khonghucu meski didalam masyarakat Tionghoa ada yang...

Read more

Marina Bay Sands

04-02-2019 Hits:120 Berita Foto

Marina Bay Sands

Malam kedua, pindah hotel dari Hard Rock Sentosa Island menuju Marina Bay Sands. Hotel Marina Bay Sands lebih mewah dari...

Read more

Embun Pagi Hard Rock Hotel Dan Begadang Di Clarke Quay

03-02-2019 Hits:60 Berita Foto

Embun Pagi Hard Rock Hotel Dan Begadang Di Clarke Quay

Photo didepan hotel Hard Rock, Sentosa Island. Udara cukup sejuk meski siang hari terasa panas. Nampak pantai-pantai buatan yang dirancang...

Read more

Dari Sentosa Island Dan Bendera

03-02-2019 Hits:63 Medissa

Dari Sentosa Island Dan Bendera

Bertemu dengan kawan lama bila direncanakan biasanya malah sulit. Nanum sebaliknya bila dilakukan dengan spontanitas justru bisa berjumpa. Seperti apa...

Read more

Mas Danang Melestarikan Kearifan Lokal

02-02-2019 Hits:134 Medissa

Mas Danang Melestarikan Kearifan Lokal

Meskipun mas Danang baru saja bergabung dalam groub WA Medissa namun sudah kelihatan bakat serta semangat hidupnya dalam mengembangkan kearifan...

Read more

Warung Ndiko Dan Reuni Kecil

02-02-2019 Hits:97 Medissa

Warung Ndiko Dan Reuni Kecil

Bertemu dengan kawan lama bila direncanakan biasanya malah sulit. Nanum sebaliknya bila dilakukan dengan spontanitas justru bisa berjumpa. Seperti apa...

Read more

Amora Lagoon Srilanka

27-01-2019 Hits:48 Berita Foto

Amora Lagoon Srilanka

Sebelum meninggalkan South Point Villas berpoto bersama didepan Villa. Photo bersama dan selanjutnya rombongan menuju Pagoda.

Read more

Ishq Villas

26-01-2019 Hits:72 Berita Foto

Ishq Villas

Prosesi pernikahan sekaligus jamuan makan malam di Ishq Villas. Mulai jam 15 prosesi upacara secara Srilanka yang kental dengan Hinduisme...

Read more

Jurnal Penelitian Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha Dan Kinerja Usaha Pedagang Eceran Etnis Tionghoa Di Surabaya.,
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA


Wei De Dong Tian, Jalan Menuju Tuhan, Sebuah Kumpulan Khotbah Minggu
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Untuk informasi lebih lanjut Contact Us

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 15 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com