spocjournal.com

Bapak Guru Kita Sumarlan

Bapak Sumarlan semasa saya pertama masuk SMPN Ploso tahun 1980 beliau sudah mengajar biologi. Waktu itu beliau adalah kepala sekolah SMP PGRI Ploso. Kebetulan kakak saya Titin Setiawati yang dari kelas 1 sd 3 adalah murid beliau. Bersamaan dengan itu bapak Regu, bapak Rusdiono dan bapak Sutaji, ibu Rum juga mengajar di sana.

Pidato di acara Deklarasi New Medissa & Dies Natalies Medissa ke 37, 7 Oktober 2018.

Menurut cerita kakak saya Titin Setiawati bahwa beliau sangat dekat dengan bapak Sumarlan karena kebetulan dari kelas 1 sd 3 kakak saya juara 1 prestasi belajar di SMP PGRI waktu itu.

Memberikan piagam mewakili New Medissa kepada motivator Mufida. Beda dengan saya yang tidak terlalu berprestasi tapi juga tidak terlalu bodoh? saya tergolong murid yang biasa saja. Kalau mas Geri Kusnanto dan Elly Nahdiah, Erawati memang the best waktu itu.

 

Mengesahkan Ketua Panitia Halal Bihalal Akbar & Reuni New Medissa, 9 Juni 2019 untuk semua sekolah dan semua angkatan Ploso. Nampak mas Arif Wijaya mendapatkan kalung komando.

Bapak Sumarlan adalah guru dalam keluarga kami, dari Titin Setiawati, saya Setio Kuncono dan adik saya Tri Ambarwati. Semua adalah murid-murid beliau. Hanya saja kakak pertama saya Etien Setiawati yang sudah lebih dahulu sekolah di Jombang. Namun kakak saya Etien Setiawati pernah diajar oleh rekan baiknya bapak Sumarlan yakni bapak Sumarsono yang waktu itu ngajar di SDN Ploso 2.

Bapak Sumarlan adalah guru yang tidak pernah lelah membimbing dan memberi pendidikan kepada siswanya. Guru-guru seangkatannya seperti Ibu Rum, bapak Rusdiono, bapak Sutaji dan ibu Sri Suratmi adalah guru guru awal yang memiliki ciri mendidik dan memberi ketauladanan etika moral. Siswa itu harus diberi ilmu pengetahuan dan juga diimbangi dengan tata krama yang baik. Bukan seperti jaman sekarang bahwa pendidikan yang hanya mengarah kepada keahlian siswa namun jauh dari tata krama yang baik.

Meskipun cara dan metode sangat berbeda tetapi penerapaan pendidikan masa lalu dengan menerapkan hukuman bagi siswa yang melanggar justru membuat siswanya lebih disiplin.

Sebagai contoh apa yang dilakukan bapak Sumarlan ketika anak-anak bergurau di belakang dan tidak mendengarkan pelajaran ? tentu bapak Sumarlan akan menjewer semua siswa dari depan sampai belakang. Jeweran itulah yang membuat siswanya lebih patuh dan disiplin mendengarkan pelajarannya. Kalau itu diterapkan pada jaman now tentu bisa menjadi masalah besar. Tapi buat saya pribadi cara-cara jaman doloe sangat manjur sehingga membuat siswa lebih disiplin dan dipaksa untuk mengikuti pelajaran dengan serius. Orang tua jaman now saja yang terlalu over dalam menanggapi guru-guru penegak disiplin, sampai- sampai diusut di Kepolisian. Bagi saya biarkan saja anak-anak kita dididik dengan keras sehingga bisa patuh pada guru dan orang tua. Model pendidikan barat yang dengan konsep liberalisme tidak membuat anak-anak kita lebih baik. Nyatanya saat sekarang berapa anak remaja kita yang terjerumus dalam pergaulan bebasnya. Narkotik, minuman ketas, hingga free sex liberalisme-nya membuat masa depan anak bangsa menjadi kerdil tanpa harapan.

Sumarlan, selalu tampil di depan memberi tauladan baik. Sebagai kakak dalam tradisi Kepramukaan, beliau selalu mengikuti kami kemah kemana saja. Sumarlan tidak pernah jemu membina dalam Kepramukaan bersama kak Fendy ( mantan Lurah Losari Ploso) yang kemaren hadir juga dalam Deklarasi New Medissa. Usia boleh tua, tapi jiwa dan ingatannya sangat tajam.

Dalam pelajaran biologi, bapak Sumarlan dengan cekatan bisa mengambar berbagai binatang dengan indah. Beliau menggambar kucing dan mampu memindahkan kucingnya dengan jeweran tangan seperti ketika induk kucing menggendong anak kucing yang masih bayi. Ketrapilan tangannya itu diterapkan di papan tulis dan dengan cepat beliau melukis kucing baru yang dipindahkannya dalam papan tulis lagi. Sungguh guru luar biasa sepanjang sejarah yang saya lihat.

Nada bicara dalam mengajar kadang suara pelan hingga kami harus berhati- hati mendengarkan, kadang pula keras sekali sehingga bisa membuat kami bangun dari rasa ngantuknya. Cerita yang sangat panjang dalam memberikan penjelasan seperti beliau bicara ekosistem. Semua itu mengingatkan pikiran kami melihat film 37 tahun silam.

Bapak Sumarlan betsama bapak Edy Eko, bapak Rusdiono dan bapak Sutaji

Saya pribadi harus berbangga, undangan Deklarasi New Medissa beliau mau datang. Seperti juga Ibu Srioning dan Ibu Nikmah Handayani yang tidak bosannya mengamati perkembangan dan kegiatan kami.

Sumarlan dan guru lainnya, adalah cerminan dari "digugu lan ditiru". Didengarkan petuahnya dan sekaligus dilaksanakan petuahnya dengan baik. Meski bukan seorang Kyai atau Datuk atau Penasehat, tapi beliau adalah pembimbing sepanjang sejarah dalam kehidupan kita. Di usianya yang sudah lanjut beliau berpidato singkat dalam Deklarasi New Medissa dan Dies Natalies ke 37. Beliau mengingatkan akan pentingnya AD dan ART rumah tangga serta berpesan agar kita semua tetap NKRI harga mati.

New Medissa jangan dikerdilkan untuk menjadi Yayasan atau Organisasi masa, biarlah nama besar Medissa menjadi paguyuban yang tanpa berbadan. Kalau dijadikan Yayasan, maka akan dimiliki oleh segelintir orang.Kecuali kalau mau mendirikan Sekolah Tinggi atau TK, Yayasan sangat dibutuhkan. Biarlah Medissa menjadi Paguyuban yang memayungi semua saja. Ada Medissa Rock, ada Medissa Kuliner, ada Medissa Ngaji Bareng atau apa saja. Medissa bukan saya dan bukan Anda, tetapi Medissa adalah kami.

Karena New Medissa tidak berbadan, maka setiap ada kegiatan biar dibentuk Panitia saja. Dari Panitia-Panitia akan mampu menjalankan aktivitas apa saja yang dikehendaki. Maka dalam Medissa tidak perlu AD dan ART seperti yang disampaikan bapak Sumarlan. Biarlah dalam Medissa terbentuk budaya dan kabiasaan yang menjadi etika moral dalam pergaulan. Budaya Medissa salah satunya adalah kalau lebih tua dipanggil mas/ mbak, kalau lebih muda di panggil dik. Dalam Medissa juga telah terbentuk budaya saling hormat- menghormati, bertegang rasa serta saling memberikan motivasi kehidupan, selalau belajar yang tiada pernah berhenti.

Terimakasih banyak bapak Sumarlan, yang telah memberikan masukan kepada kami. Itulah bentuk dari keperdulian seorang guru kepada murid-muridnya.

Semoga bapak Sumarlan mendapatkan kesehatan prima dan bahagia selalu. Kami menunggu bapak datang kembali tanggal 9 Juni 2019 dalam Reuni Akbar & Halal Bihalal New Medissa.

Bapak Sumarlan, kaulah guru tanpa tanda jasa. Tiada pernah berhenti mengajar.Ketika waktumu sudah pensiun mendidik di sekolah, kau tetap mendidik kami di luar sekolah. Trimakasihku pada guruku, kepada bapak Sumarlan dan semuanya.


Guyup di sawah nan indah

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

21-03-2019 Hits:111 Berita Foto

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

Pagi itu seperti biasa, saya datang ke rumah papa dan membawa mie pangsit.

Read more

Sarasehan Kerukunan

21-02-2019 Hits:103 Berita Foto

Sarasehan Kerukunan

Sarasehan kerukunan antar umat beragama se Jawa Timur tahun 2019 di Harris Hotel & Conventions, Kota Malang berlangsung dari tanggal...

Read more

Imlek Hari Raya Khonghucu

10-02-2019 Hits:451 Berita Foto

Imlek Hari Raya Khonghucu

Dihadapan kaca mata pemerintah bahwa Imlek adalah Hari Raya Keagamaan yakni Hari Raya Khonghucu meski didalam masyarakat Tionghoa ada yang...

Read more

Marina Bay Sands

04-02-2019 Hits:121 Berita Foto

Marina Bay Sands

Malam kedua, pindah hotel dari Hard Rock Sentosa Island menuju Marina Bay Sands. Hotel Marina Bay Sands lebih mewah dari...

Read more

Embun Pagi Hard Rock Hotel Dan Begadang Di Clarke Quay

03-02-2019 Hits:60 Berita Foto

Embun Pagi Hard Rock Hotel Dan Begadang Di Clarke Quay

Photo didepan hotel Hard Rock, Sentosa Island. Udara cukup sejuk meski siang hari terasa panas. Nampak pantai-pantai buatan yang dirancang...

Read more

Dari Sentosa Island Dan Bendera

03-02-2019 Hits:64 Medissa

Dari Sentosa Island Dan Bendera

Bertemu dengan kawan lama bila direncanakan biasanya malah sulit. Nanum sebaliknya bila dilakukan dengan spontanitas justru bisa berjumpa. Seperti apa...

Read more

Mas Danang Melestarikan Kearifan Lokal

02-02-2019 Hits:135 Medissa

Mas Danang Melestarikan Kearifan Lokal

Meskipun mas Danang baru saja bergabung dalam groub WA Medissa namun sudah kelihatan bakat serta semangat hidupnya dalam mengembangkan kearifan...

Read more

Warung Ndiko Dan Reuni Kecil

02-02-2019 Hits:98 Medissa

Warung Ndiko Dan Reuni Kecil

Bertemu dengan kawan lama bila direncanakan biasanya malah sulit. Nanum sebaliknya bila dilakukan dengan spontanitas justru bisa berjumpa. Seperti apa...

Read more

Amora Lagoon Srilanka

27-01-2019 Hits:48 Berita Foto

Amora Lagoon Srilanka

Sebelum meninggalkan South Point Villas berpoto bersama didepan Villa. Photo bersama dan selanjutnya rombongan menuju Pagoda.

Read more

Ishq Villas

26-01-2019 Hits:73 Berita Foto

Ishq Villas

Prosesi pernikahan sekaligus jamuan makan malam di Ishq Villas. Mulai jam 15 prosesi upacara secara Srilanka yang kental dengan Hinduisme...

Read more

Jurnal Penelitian Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha Dan Kinerja Usaha Pedagang Eceran Etnis Tionghoa Di Surabaya.,
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA


Wei De Dong Tian, Jalan Menuju Tuhan, Sebuah Kumpulan Khotbah Minggu
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Untuk informasi lebih lanjut Contact Us

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 10 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com