spocjournal.com

Sarasehan Kerukunan

 Oleh: Dr. Drs.Ws. Ongky Setio Kuncono,SH, SE, MM, MBA, MSc.

Sarasehan kerukunan antar umat beragama se Jawa Timur tahun 2019 di Harris Hotel & Conventions, Kota Malang berlangsung dari tanggal 20 sd 22 Pebruari 2019.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke dan memiliki luas wilayah laut dan daratan, serta memiliki garis pantai terpanjang ke-empat di dunia. Dengan beragam suku bangsa, agama, bahasa, budaya, dan sosial yang ditunjang tanah yang subur dan kekayaan sumber alam yang berlimpah, tentu sangat diminati oleh negara-negara lain di dunia untuk menaruh perhatian yang lebih kepada Indonesia dengan berbagai alasan untuk meraih keuntungan yang bisa didapat baik untuk kepentingan ekonomi dan masa depan negara mereka.

Photo tengah, Dr. Budiono, MSi yang mengatakan bahwa tahun 2019 merupakan tahun bonus demograsi khususnya Jatim dengan peningktan penduduk produktif nomor satu di dunia.

Oleh karena itu ambisi negara-negara maju berlomba untuk menarik Indonesia menjadi mitra mereka dengan berbagai macam cara baik melalui ekonomi, sosial, dan budaya, bahkan dengan propaganda keyakinan dan kepercayaan(agama).

Pada acara sarasehan malam ini ikut menjadi peserta dari MATAKIN Provinsi Jawa Timur diwakili oleh Dr.Ongky dan Suhartono dari Batu. Acara diawali dengan pemaparan makalah dan tanya jabab oleh Prof.Dr.HM.Mas'ud, MA( Guru Besar Universitas Islam Malang). Beliau memberikan materi Kerukunan Umat Beragama dalam Perspektif Budaya dan Kearifan Lokal.

Bersama Prof.Dr. M.Mas'ud Said,MM, Ph.D, guru besar Universitas Islam Malang.

Besarnya sumber daya alam yang yang melimpah di Indonesia semestinya sangat menguntungkan bagi kita sebagai bangsa. Namun demikian kekayaan sumber sumber daya alam tidak berbanding lurus dengan kondisi Sumber Daya Manusia bangsa Indonesia yang masih tertinggal dari negara-negara maju, serta beragam etnis, suku bangsa dan agama sangat memiliki potensi untuk mudah dipecah-belah oleh kekuatan negara besar dan maju. Hal tersebut menjadikan Indoneisa sangat rentan terpengaruh oleh kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan agama dan lain sebagainya.

Untuk itu penguatan sosial, ekonomi, budaya, dan agama sangat perlu menjadi perhatian kita semua untuk memperkuat toleransi dan saling menghormati dan menghargai dalam keberagaman sesama anak bangsa. Dan khusus agama merupakan sendi dan menduduki tingkat sensivitas paling tinggi bagi bangsa Indonesia.

Sebagai makhluk sosial manusia diwajibkan mampu berinteraksi dengan manusia lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial di masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengannya salah satunya adalah perbedaan kepercayaan, keyakinan/ agama.Untuk mencegah terjadinya perpecahan sesama anak bangsa.

Keberagaman atau merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia yang meliputi kebhinekaan sosial, ekonomi, suku bangsa, bahasa, budaya, dan agama merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama untuk mewujudkan tercapainya cita-cita bangsa yang adil dan beradab. Menguatkan toleransi dan kerukuanan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan ditengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu menurut Dr.Budiono,Msi dalam sambutan pembukaan mengatakan maka dipandang perlu Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengadakan kegiatan sarasehan dengan judul diatas.

Semua warga negara memiliki hak dan kewajiban sama untuk membuat majunya negara Indonesia dan dibutuhkan mentalitas penguatan toleransi kepada masyarakat bangsa agar mampu memperkokoh toleransi yang sebenarnya sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia, namun karena perkembangan jaman dan kondisi tersebut nampak semakin memundar bagi sebagian masyarakat Indonesia dengan munculnya isue sosial, ekonomi, budaya dan agama (Sumber Panitia Sarasehan).

Seperti kita ketahui bahwa kearifan lokal mempengaruhi kerukunan. Namun demikian sejak tahun 2000 kearifan lokal digempur dengan isu isu yang muncul dari media sosial. Baru tahun 2010 kita semua sadar bahwa berita huax dan sebagainya telah meracuni masyarakat kita. Maka sejak 2010 sampai 2019 selama 8 tahun berita berita huax semakin merajalela. Menjawab pertanyaan Dr.Ongky,
Prof.Dr. M.Mas'ud Said,MM,Ph.D menjelaskan bahwa kita semua harus bersatu membuat berita tandingan yang secara gencar agar bisa mengimbanginya sehingga kearifan lokal bisa kita tampilkan kembali.

Selanjutnya Prof menjelaskan bahwa bangsa Indonesia banyak keragaman. Ada 4 keragaman yang bisa memicu konflik seperti diatas.

Kehancuran negara disebabkan karena paham agama yang salah, juga pemilihan organisasi yang salah. Juga Etnocentrism adalah berkumpulnya suku bangsa dan tidak mau berkumpul dengan suku bangsa lainnya.

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

21-03-2019 Hits:111 Berita Foto

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

Pagi itu seperti biasa, saya datang ke rumah papa dan membawa mie pangsit.

Read more

Sarasehan Kerukunan

21-02-2019 Hits:103 Berita Foto

Sarasehan Kerukunan

Sarasehan kerukunan antar umat beragama se Jawa Timur tahun 2019 di Harris Hotel & Conventions, Kota Malang berlangsung dari tanggal...

Read more

Imlek Hari Raya Khonghucu

10-02-2019 Hits:450 Berita Foto

Imlek Hari Raya Khonghucu

Dihadapan kaca mata pemerintah bahwa Imlek adalah Hari Raya Keagamaan yakni Hari Raya Khonghucu meski didalam masyarakat Tionghoa ada yang...

Read more

Marina Bay Sands

04-02-2019 Hits:120 Berita Foto

Marina Bay Sands

Malam kedua, pindah hotel dari Hard Rock Sentosa Island menuju Marina Bay Sands. Hotel Marina Bay Sands lebih mewah dari...

Read more

Embun Pagi Hard Rock Hotel Dan Begadang Di Clarke Quay

03-02-2019 Hits:60 Berita Foto

Embun Pagi Hard Rock Hotel Dan Begadang Di Clarke Quay

Photo didepan hotel Hard Rock, Sentosa Island. Udara cukup sejuk meski siang hari terasa panas. Nampak pantai-pantai buatan yang dirancang...

Read more

Dari Sentosa Island Dan Bendera

03-02-2019 Hits:64 Medissa

Dari Sentosa Island Dan Bendera

Bertemu dengan kawan lama bila direncanakan biasanya malah sulit. Nanum sebaliknya bila dilakukan dengan spontanitas justru bisa berjumpa. Seperti apa...

Read more

Mas Danang Melestarikan Kearifan Lokal

02-02-2019 Hits:135 Medissa

Mas Danang Melestarikan Kearifan Lokal

Meskipun mas Danang baru saja bergabung dalam groub WA Medissa namun sudah kelihatan bakat serta semangat hidupnya dalam mengembangkan kearifan...

Read more

Warung Ndiko Dan Reuni Kecil

02-02-2019 Hits:98 Medissa

Warung Ndiko Dan Reuni Kecil

Bertemu dengan kawan lama bila direncanakan biasanya malah sulit. Nanum sebaliknya bila dilakukan dengan spontanitas justru bisa berjumpa. Seperti apa...

Read more

Amora Lagoon Srilanka

27-01-2019 Hits:48 Berita Foto

Amora Lagoon Srilanka

Sebelum meninggalkan South Point Villas berpoto bersama didepan Villa. Photo bersama dan selanjutnya rombongan menuju Pagoda.

Read more

Ishq Villas

26-01-2019 Hits:73 Berita Foto

Ishq Villas

Prosesi pernikahan sekaligus jamuan makan malam di Ishq Villas. Mulai jam 15 prosesi upacara secara Srilanka yang kental dengan Hinduisme...

Read more

Jurnal Penelitian Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha Dan Kinerja Usaha Pedagang Eceran Etnis Tionghoa Di Surabaya.,
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA


Wei De Dong Tian, Jalan Menuju Tuhan, Sebuah Kumpulan Khotbah Minggu
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Untuk informasi lebih lanjut Contact Us

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 25 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com